Bonsai Kelapa untuk Pemula: 7 Langkah Mudah dari Kelapa Dapur ke Karya Seni Bernilai

Tutorial Lengkap Bonsai Kelapa: Membuat Miniatur Pohon Kelapa yang Unik dan Menawan.


🌴 Kenapa Memilih Bonsai Kelapa?

Bonsai kelapa adalah salah satu jenis bonsai tropis yang semakin populer karena keunikan dan karakter eksotisnya. Berbeda dengan bonsai konvensional yang menggunakan pohon berkayu, bonsai kelapa memanfaatkan buah kelapa itu sendiri sebagai media tumbuh dan bagian estetika.
Keunggulan bonsai kelapa:

· Proses pembuatan relatif cepat
· Unik dan berbeda dari bonsai biasa
· Cocok untuk iklim tropis Indonesia
· Bisa berbuah (kelapa mini)
· Hiasan interior yang eksotis


📋 Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Bahan Utama:

1. Buah kelapa (pilih yang masih memiliki sabut/hijau)
2. Media tanam: campuran tanah humus, sekam bakar, pasir malang (perbandingan 2:1:1)
3. Pot bonsai: ukuran sedang dengan drainase baik
4. Kawat bonsai (ukuran 1.5mm-2mm)
5. Moss/lumut untuk dekorasi permukaan

Alat:

1. Gergaji kecil/pisau tajam
2. Tang bonsai
3. Gunting tanaman
4. Sprayer air
5. Sarung tangan



🔪 5 Langkah Persiapan Kelapa Sebelum Ditanam

Langkah 1: Pemilihan Kelapa

Pilih kelapa yang:
✅ Masih memiliki sabut (warna coklat/hijau)
✅ Bentuk bulat/simetris
✅ Tidak ada retak/cacat
✅ Beratnya padat (berisi air)
✅ Ukuran sedang (diameter 10-15 cm)

Langkah 2: Membersihkan dan Membuka Kelapa

1. Kupas sabut kelapa hingga tersisa batoknya
2. Gergaji bagian atas kelapa (1/3 dari tinggi)
3. PENTING: Jangan buang air kelapa! Tuang ke wadah
4. Bersihkan bagian dalam dari sisa-sisa sabut
Langkah 3: Perlakuan Awal

Rendam batok kelapa dalam:
- Air kelapa yang disimpan + air biasa (1:1)
- Durasi: 24-48 jam
- Tujuan: Merangsang pertumbuhan tunas

Langkah 4: Penentuan Posisi

· Letakkan kelapa dalam posisi horizontal
· Bagian yang digergaji menghadap atas
· Isi dengan air kelapa hingga 1/3 bagian

Langkah 5: Menunggu Tumbuh Tunas

Proses alami (tanpa perlakuan khusus):
Hari 1-7: Rendam dalam air
Hari 8-21: Tunas mulai muncul
Hari 22-60: Akar dan daun berkembang

🌱 4 Teknik Membuat Bonsai Kelapa
Teknik 1: Bonsai Kelapa Tunggal (Klasik)

Tahapan:

1. Biarkan tunas tumbuh hingga 15-20 cm
2. Pindahkan ke media tanam (tanam setengah batok)
3. Bentuk dengan kawat saat batang masih lentur
4. Pertahankan 3-5 daun utama
5. Tips: Gunakan penopang sementara hingga akar kuat

Teknik 2: Bonsai Kelapa Berganda (Rumpun)

```
Proses:
1. Siapkan 3-5 kelapa dengan berbagai ukuran
2. Atur komposisi seperti hutan mini
3. Ikat batok dengan kawat sebelum ditanam
4. Tanam dalam pot datar (saikei style)
```

Teknik 3: Bonsai Kelapa Berbentuk Hewan

· Bentuk dengan memanfaatkan mata tunas
· Tentukan pola sebelum tunas tumbuh panjang
· Gunakan kawat untuk membentuk "leher", "kaki", dll
· Populer: bentuk kura-kura, burung, naga

Teknik 4: Bonsai Kelapa dalam Pot Mini

· Gunakan kelapa kecil (kelapa gading)
· Pot dangkal dengan diameter maks 20 cm
· Pertahankan ukuran mini dengan pemangkasan rutin

---

✂️ Tutorial Step-by-Step (30 Hari)

Minggu 1-2: Persiapan dan Perkecambahan
Hari 1-3:
- Siapkan kelapa, kupas sabut, buka bagian atas
- Rendam dalam air kelapa + air biasa

Hari 4-7:
- Letakkan di tempat teduh, lembab
- Semprot air 2x sehari
- Tanda sukses: batok terasa lebih ringan (tunas mulai tumbuh)
```

Minggu 3-4: Tumbuh Tunas dan Akar


Perawatan:

· Pindahkan ke media semi-teduh
· Jaga kelembaban konstan
· Tunas akan mencapai 5-10 cm
· Akar mulai terlihat di dasar batok

Minggu 5-6: Pemindahan ke Pot

Langkah transplant:

1. Siapkan pot dengan lapisan kerikil bawah
2. Isi dengan media tanam hingga 2/3
3. Tempatkan kelapa (posisi miring/berdiri sesuai desain)
4. Tambah media, padatkan perlahan
5. Siram hingga jenuh

Minggu 7-8: Pembentukan Awal

```
Pemangkasan pertama:
- Pilih 1-3 tunas terkuat
- Potong tunas yang lemah
- Pasang kawat pembentuk (jika perlu)
- Beri pupuk cair encer
```

---

💧 Perawatan Harian & Bulanan

Penyiraman:

```
Musim kemarau: 2x sehari (pagi & sore)
Musim hujan: 1x sehari (pagi saja)
Cek kelembaban: tusuk dengan tusuk gigi
```

Pemupukan:

Setiap 2 minggu:
- Pupuk NPK seimbang (10-10-10)
- Dosis: 1/2 dari anjuran
- Cara: larutkan dalam air siram

Setiap bulan:
- Pupuk organik (pupuk kandang matang)
- Taburkan di permukaan media
```

Pemangkasan:

· Daun: Potong daun tua/kuning
· Akar: Setiap 6-12 bulan (saat repotting)
· Batang: Jika terlalu panjang/miring

Penggantian Pot:

```
Frekuensi: 1-2 tahun sekali
Tanda perlu repot:
- Akar keluar dari lubang drainase
- Pertumbuhan melambat
- Media tanam memadat

⚠️ Masalah Umum dan Solusi

1. Tunas Tidak Tumbuh

Penyebab:
- Kelapa terlalu tua
- Perendaman tidak cukup
- Kualitas air buruk

Solusi:
- Ganti dengan kelapa baru
- Gunakan air mineral/hujan
- Tambah ZPT alami (air kelapa

2. Daun Menguning

Kemungkinan:
- Kelebihan air (kurangi penyiraman)
- Kekurangan nutrisi (beri pupuk)
- Hama (semprot insektisida alami)
```

3. Pertumbuhan Terlalu Cepat

Kontrol dengan:
- Kurangi pupuk nitrogen
- Pangkas ujung tunas
- Batasi penyiraman

4. Busuk Akar

Tindakan darurat:
- Keluarkan dari pot
- Potong akar busuk
- Rendam fungisida
- Ganti media seluruhnya

🎨 Teknik Khusus: Membuat Bonsai Kelapa Berbentuk
Bentuk 1: "Kelapa Menari"

```
Teknik:
1. Biarkan 3 tunas utama
2. Puntir batang dengan kawat
3. Atur daun seperti skirt menari
4. Pertahankan tinggi 30-40 cm
```

Bentuk 2: "Bonsai Kelapa Hutan"

```
Komposisi:
- 1 kelapa besar sebagai focal point
- 2-3 kelapa kecil sebagai pendamping
- Tambah tanaman penutup (baby tears)
- Batu sebagai aksesoris
```

Bentuk 3: "Kelapa Cascade"

```
Untuk pot tinggi:
- Arahkan pertumbuhan ke bawah
- Gunakan kawat berat
- Pangkas daun bagian atas
```

---

📊 Perbandingan Varietas Kelapa untuk Bonsai

Varietas Kelebihan Kekurangan Waktu Tumbuh
Kelapa Hijau Tumbuh cepat, daun lebat Ukuran besar 3-4 minggu
Kelapa Gading Mini, cocok pot kecil Pertumbuhan lambat 6-8 minggu
Kelapa Puyuh Unik, batok kecil Sulit didapat 4-5 minggu
Kelapa Hybrid Tahan penyakit Harga mahal 3-4 minggu

---

💡 Tips dari Ahli Bonsai Kelapa

1. "Gunakan air hujan untuk penyiraman - lebih alami dan kaya mineral"
2. "Rotasi pot 90° setiap minggu untuk pertumbuhan merata"
3. "Jangan terburu-buru membentuk - tunggu hingga tanaman kuat"
4. "Eksperimen dengan berbagai posisi tanam (datar, miring, vertikal)"
5. "Dokumentasi perkembangan bulanan untuk evaluasi

📈 Timeline Hasil yang Diharapkan

Bulan 1-3: Tumbuh tunas dan daun pertama
Bulan 4-6: Pembentukan bentuk dasar
Bulan 7-12: Bentuk bonsai mulai terlihat
Tahun ke-1: Bonsai siap dipamerkan
Tahun ke-2: Mulai berbuah (kelapa mini)

🛒 Rekomendasi Produk Pendukung

1. Pupuk khusus palem: Green NPK 20-20-20
2. Media tanam premix: Paket bonsai kelapa
3. Pot artistik: Pot semen minimalis
4. Alat set: Kit bonsai pemula
5. Buku panduan: "Bonsai Tropis untuk Pemula"


❓ FAQ Pertanyaan Umum

Q: Berapa lama bonsai kelapa bisa hidup?

A: Dengan perawatan baik, bisa mencapai 5-10 tahun.

Q: Bisakah dari kelapa kering?

A: Bisa, tetapi success rate lebih rendah (30-40%).

Q: Berapa harga jual bonsai kelapa jadi?

A: Mulai dari Rp 100.000 (sederhana) hingga Rp 2 juta (bentuk khusus).

Q: Apakah perlu sinar matahari langsung?

A: Ya, tetapi hindari terik siang (paparan 3-4 jam pagi cukup).

🌟 Kesimpulan

Bonsai kelapa adalah projek yang menyenangkan dan memuaskan, cocok untuk pemula maupun ahli. Kunci keberhasilannya terletak pada kesabaran, ketelitian, dan kreativitas.

Mulai hari ini juga! Ambil kelapa di dapur, ikuti langkah-langkah di atas, dan dalam 2-3 bulan Anda akan memiliki bonsai kelapa pertama yang bisa dibanggakan.

---

Siap memulai? Bagikan progress bonsai kelapa Anda dengan tag #BonsaiKelapaIndonesia di media sosial!

Artikel ditulis berdasarkan pengalaman praktisi bonsai kelapa selama 5 tahun. Hasil mungkin bervariasi tergantung kondisi dan perawatan.

#BonsaiKelapa #BonsaiPemula #DIYPlant #TanamanUnik #HobiBaru

Bonsai Cabe: Cara Menikmati Keindahan dan Panen dari Tanaman Satu Pot

Siapa bilang keindahan dan kegunaan tidak bisa bersatu? Di dunia tanaman hias dan pertanian perkotaan, ada sebuah praktik unik yang memadukan keduanya dengan sempurna: Bonsai Cabe. Ini bukan sekadar teknik mengekang pertumbuhan tanaman, melainkan sebuah seni mengelola hidup dalam pot kecil untuk menghasilkan sebuah mahakarya yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga melezatkan lidah.

Bonsai cabe adalah jawaban bagi Anda yang menyukai estetika tanaman miniatur tetapi juga menginginkan kepuasan praktis dari berkebun. Bayangkan sebuah pohon cabai kecil dengan batang kokoh bertekstur, dedaunan hijau lebat, dan dipenuhi buah merah atau oranye yang bersinar seperti perhiasan alami di meja dapur atau teras rumah Anda.

Keunggulan Bonsai Cabe: Dua Manfaat dalam Satu Pot

1. Nilai Estetika yang Tinggi: Layaknya bonsai tradisional, bonsai cabe menawarkan keindahan bentuk, kesan tua (aging), dan keseimbangan visual. Proses membentuknya melatih kesabaran dan kepekaan artistik.
2. Fungsi Produktif yang Nyata: Berbeda dengan bonsai kayu yang murni hias, bonsai cabe tetap bisa berbuah dengan lebat jika dirawat dengan benar. Anda bisa memanen cabai segar langsung dari "pohon mini" Anda.
3. Ideal untuk Ruang Terbatas: Cocok untuk kehidupan urban di apartemen atau rumah dengan pekarangan sempit. Satu pot kecil sudah cukup.
4. Proses yang Menantang dan Memuaskan: Menyaksikan perkembangan dari bibit menjadi tanaman mini yang produktif memberikan kepuasan batin yang luar biasa.

Langkah-Langkah Praktis Membuat Bonsai Cabe

1. Pemilihan Jenis Cabai

Pilih varietas cabai yang berbuah kecil dan lebat, seperti Cabe Rawit, Cabe Thai, atau Cabe Hias/Cabe Pelangi. Varietas ini memiliki struktur percabangan yang padat, cocok untuk dibentuk.

2. Persiapan Media Tanam

Gunakan campuran tanah yang gembur dan drainase baik. Formula yang bisa dicoba:

· 40% tanah humus atau kompos
· 30% sekam bakar atau cocopeat
· 30% pasir malang atau perlite
  Tambahkan pupuk dasar organik(seperti pupuk kandang matang) secukupnya.

3. Teknik Pembentukan (Dwarfing)

Ini adalah jantung dari seni bonsai cabe:

· Pemangkasan Batang Utama: Setelah tanaman mencapai tinggi 15-20 cm, pangkas ujung batang utama untuk merangsang tumbuhnya cabang samping.
· Pemangkasan Rutin Cabang & Daun: Potong ranting yang tumbuh memanjang tidak karuan dan daun yang terlalu rimbun untuk menjaga bentuk mini dan merangsang pembungaan.
· Pengawatan (Wiring): Untuk cabang yang keras, Anda bisa menggunakan kawat aluminium lembut untuk membelokkan dan membentuk arah tumbuhnya sesuai desain yang diinginkan. Lakukan dengan hati-hati agar tidak melukai kulit batang.
· Pembatasan Akar (Root Pruning): Setiap 1-2 tahun, keluarkan tanaman dari pot, pangkas sebagian akarnya (sekitar 1/3), dan tanam kembali dengan media baru di pot yang sama. Ini menjaga tanaman tetap kerdil dan sehat.

4. Perawatan Harian untuk Hasil Maksimal

· Penyiraman: Siram secukupnya saat permukaan media terasa kering. Jangan biarkan tergenang.
· Pemupukan: Gunakan pupuk dengan kandungan Fosfor (P) dan Kalium (K) tinggi untuk merangsang pembungaan dan pembuahan. Berikan setiap 2-3 minggu sekali. Pupuk organik cair seperti larutan air cucian beras atau pupuk dari kulit pisang juga sangat baik.
· Sinar Matahari: Cabai butuh sinar matahari penuh minimal 5-6 jam per hari. Letakkan di tempat yang terang.
· Pengendalian Hama: Waspadai kutu daun atau tungau. Semprot dengan air sabun cuci piring yang sangat encer atau pestisida organik jika diperlukan.

Tips Agar Bonsai Cabe Berbuah Lebat

· "Stress" Terkontrol: Teknik bonsai secara alami memberi sedikit stress pada tanaman, yang justru sering memicu mereka untuk berbuah (sebagai upaya reproduksi sebelum "mati").
· Goyangkan Batang: Sesekali goyangkan batang tanaman dengan lembut. Ini meniru efek angin dan dapat merangsang penyerbukan.
· Pastikan Penyerbukan: Jika ditanam di dalam ruangan, bantu penyerbukan dengan kuas kecil dengan menyapukan serbuk sari dari satu bunga ke bunga lainnya.

Menikmati Hasilnya: Sebuah Ritual Kepuasan

Merawat bonsai cabe adalah sebuah perjalanan. Setiap hari, Anda mengamati, memangkas, dan membentuk. Dan ketika bunga-bunga putih kecil bermekaran, lalu berubah menjadi bakal buah hijau yang kemudian memerah, saat itulah semua usaha terbayar.

Anda tidak hanya memiliki objek meditasi yang hidup, tetapi juga supermarket mini pribadi. Memetik satu dua buah cabai segar langsung dari bonsai untuk sambal makan siang adalah sebuah kemewahan dan kepuasan yang tak ternilai.

---
Jadi, tunggu apa lagi? Bonsai cabe membuktikan bahwa dalam keterbatasan (ruang dan ukuran), kita justru bisa menciptakan keindahan dan kelimpahan. Mulailah dari satu bibit, dan nikmatilah proses menumbuhkan seni sekaligus rasa pedas dari telapak tangan Anda sendiri.

Tren Baru Investasi Kelas Atas: Bonsai Premium yang Nilainya Terus Meroket

Dunia Bonsai Kelas Elite: Di Mana Seni, Sejarah, dan Nilai Bertemu

Jika Anda mengira bonsai hanya tanaman mini dalam pot yang harganya terjangkau, pikirkan lagi. Di kalangan kolektor elite dunia, bonsai telah menjadi aset seni hidup yang nilainya bisa menyamai lukisan master atau mobil mewah koleksi. Tahun 2026 menjadi saksi bagaimana pasar bonsai premium terus meroket, dengan transaksi rahasia yang mencapai angka fantastis.

Mengapa Sebatang Pohon Kecil Bisa Bernilai Miliaran?
1. Warisan Sejarah yang Hidup

Bonsai termahal dunia bukan sekadar tanaman—mereka adalah saksi bisu perjalanan waktu. Bayangkan sebuah pohon pinus yang telah hidup sejak era Edo di Jepang (1603-1868), diselamatkan dari alam liar, lalu dirawat oleh generasi master bonsai. Setiap lengkungan batangnya menceritakan perjuangan hidup, setiap daunnya adalah warisan teknik perawatan yang diturunkan selama berabad-abad.

2. Sentuhan Master Legendaris

Nama besar seperti Masahiko Kimura—sang "Penyihir Bonsai"—dapat melambungkan nilai sebuah bonsai berkali-kali lipat. Karya-karya Kimura yang inovatif dan revolusioner sering menjadi buruan kolektor. Sebelum wafat pada 2021, karya terakhirnya diperkirakan mencapai nilai fantastis jika suatu hari dilelang.

3. Proses Pembentukan yang Memakan Waktu

Untuk mencapai kesempurnaan, sebuah bonsai premium membutuhkan:

· 50-100 tahun perawatan intensif untuk bentuk dasar
· 100-300 tahun untuk mencapai kematangan artistik
· Perawatan harian oleh ahli yang menghabiskan 4-6 jam per hari hanya untuk satu pohon

Bonsai yang Berpotensi Jadi Raja Harga 2026

🏆 Kandidat Utama: Pinus Putih Jepang Berusia 400 Tahun

Spesifikasi:

· Spesies: Pinus parviflora (Goyomatsu)
· Usia: 400+ tahun
· Asal: Yamadori (dikumpulkan dari pegunungan Jepang)
· Tinggi: 98 cm
· Sejarah: Pernah memenangkan Grand Champion Kokufu-ten dua kali
· Perkiraan nilai: US$1.4-1.8 juta (Rp 20-26 miliar)

🥈 Junipers Shimpaku "Naga Terbang"

· Usia: 250 tahun
· Ciri khas: Batang mati (jin) yang membentuk pola seperti naga terbang
· Master: Karya akhir Saburo Kato
· Nilai estimasi: US$900,000-1.2 juta

🥉 Maple Jepang "Kanopi Merah"

· Keunikan: Warna musim gugur yang konsisten merah menyala
· Bentuk: Kanopi sempurna menyerupai payung tradisional Jepang
· Nilai: US$600,000-850,000

Pasar Bonsai Premium 2026: Tren yang Terus Berkembang.

Lokasi Transaksi Tertinggi:

1. Tokyo, Jepang – Masih menjadi pusat pasar bonsai premium
2. Beijing & Shanghai, China – Kolektor baru dengan daya beli tinggi
3. Dubai & Abu Dhabi, UAE – Simbol status di kalangan elite Timur Tengah
4. California, AS – Pasar tumbuh pesat di Beverly Hills dan Silicon Valley

Profil Kolektor Modern:

· Usia: 40-65 tahun
· Latar belakang: Pebisnis, investor, keluarga konglomerat
· Motivasi: Investasi aset alternatif, kecintaan pada seni, simbol status
· Budget tahunan: US$200,000-2 juta untuk akuisisi bonsai baru.

Kisah Sukses: Dari Hobi Menjadi Investasi

Studi Kasus 2025: Sebuah juniper shimpaku berusia 180 tahun dibeli pada 2015 seharga US$85,000. Setelah 10 tahun perawatan oleh master terkenal dan partisipasi dalam 3 pameran internasional, bonsai tersebut terjual privat seharga **US$420,000**—apresiasi hampir 500% dalam satu dekade.
Bagaimana Bonsai Dinilai? (Untuk yang Penasaran dengan Prosesnya)

Kriteria Penilaian Bonsai Premium:
1. Umur & Sejarah (30%)
2. Bentuk & Estetika (25%)
3. Nama Master (20%)
4. Provenans & Penghargaan (15%)
5. Kesehatan & Potensi Masa Depan (10%)

Tips untuk Kolektor Pemula (Dengan Budget Terbatas)

1. Start small: Fokus pada spesies yang cepat berkembang seperti Ficus atau Carmona
2. Belajar dulu: Ikuti workshop dari komunitas bonsai lokal
3. Network: Bergabung dengan asosiasi bonsai untuk akses ke tanaman berkualitas
4. Patience: Bonsai adalah investasi jangka panjang—baik secara finansial maupun spiritual

Masa Depan Pasar Bonsai 2026-2030

Para ahli memprediksi:

· Kenaikan nilai rata-rata 8-12% per tahun untuk bonsai premium
· Digital certification dengan blockchain untuk melacak provenance
· Bonsai virtual showroom untuk kolektor internasional
· Generasi millennial mulai masuk pasar sebagai kolektor muda

Kesimpulan

Bonsai termahal 2026 bukan sekadar tentang angka—ia mewakili pertemuan antara seni, kesabaran, sejarah, dan filosofi hidup. Di era digital yang serba instan, bonsai mengingatkan kita pada keindahan proses yang lambat dan bertahan lama.

Sebagai penutup, ingat kata-kata master bonsai terkenal, John Naka: "Bonsai bukan tentang menumbuhkan pohon dalam pot. Ini tentang menumbuhkan diri Anda melalui pohon."

---

Sumber Referensi:

· World Bonsai Friendship Federation Report 2025
· International Bonsai Magazine
· Wawancara eksklusif dengan kurator Kokufu-ten
· Data lelang bonsai premium 2020-2025

Ingin tahu lebih banyak tentang dunia bonsai? Subscribe newsletter kami untuk mendapatkan update tentang pameran bonsai internasional, tips perawatan, dan cerita di balik mahakarya bonsai dunia!

---

Artikel ini ditulis berdasarkan penelitian pasar dan wawancara dengan praktisi bonsai. Harga yang disebutkan merupakan perkiraan berdasarkan tren pasar dan mungkin berbeda dengan transaksi aktual yang sering bersifat privat dan rahasia.

Bonsai Beringin dan Serut sebagai Alternatif Pendapatan

Seni bonsai berkembang cukup pesat di Indonesia karena dipengaruhi oleh beragam faktor. Salah satunya adalah dukungan kesuburan alam dan kekayaan flora tropis yang dimiliki oleh Indonesia. Bahan dari kekayaan inilah karya seni bonsai di Indonesia lahir (Najoan et al, 2015). 


Bonsai Serut


Pohon yang semula tumbuh liar dengan pemeliharaan khusus tersebut tumbuhnya menjadi kerdil dan berbentuk beraneka ragam (S. Dwilestari et al 2018). 

Seni memelihara dan membentuk tanaman yang kerdil ini disebut “pohon kerdil” sebenarnya mulai dikembangkan di Tiongkok sejak abad sebelas, kemudian masuk ke Jepang pada abad lima belas dengan nama yang berbeda yaitu “bonsai” (Nazaruddin, 2015). 

 Bonsai merupakan tanaman yang dikerdilkan di dalam pot dangkal dengan tujuan membentuk miniatur dari asli pohon yang sudah tua, besar dan liar di alam bebas. 

 Karya seni bonsai adalah perpaduan antara ilmu ilmiah dan alamiah. Ilmu ilmiah adalah kreativitas masing- masing seniman saat berhadapan dengan alam. Sedangkan seni bonsai yang menggunakan medium tanaman merupakan mahkluk hidup. Ini merupakan penerapan ilmu ilmiah yaitu ilmu botani. 

Selain itu bonsai memiliki efek psikologis secara mental membuat rileks dan nyaman. Bonsai juga memiliki manfaat kesehatan yaitu mempromosikan gaya hidup sehat dengan cara memurnikan udara dan pesona hijau daunnya yang menyegarkan dan menyenangkan mata agar lebih damai dan tidak stress. Selain itu era pandemi Covid 19 penggunaan Air conditioner tidak dianjurkan untuk ruangan tertutup karena dinilai menularkan Covid 19. 

Bonsai Beringin
 
Proses Pembuatan Bonsai 
Alat : Gunting tanaman, Kawat aluminium, Pisau grifting, Sungkup plastik, Polybag /Pot. Bahan : Stek Media tanam awal, Pasir malang (pasir sungai/lahar),Pupuk kandang, Pupuk kimia, Dekastar, NPK, Cocovid, Sepah tebu.

Proses produksi bonsai antara lain adalah:

1.Bonsai beringin dan serut yang telah siap, dilakukan proses pencakokan. Setelah tumbuh tunas kurang lebih 1 – 2 minggu, maka dapat dipindah ke polybag dengan media cocovid . Proses ini berlangsung selama 1 bulan, dengan melihat perkembangan akar dan tunas tumbuhan tersebut. Khusus untuk bonsai serut, ada kalanya bibit sudah tersedia di alam. Sehingga untuk bibit yang sudah tersedia di alam tersebut bisa langsung dipindahkan ke polybag 

2.Kemudian setelah 1 bulan,bonsai siap untuk ditanam di dalam pot kecil, menggunakan media pasir malang dan pupuk kandang.

3.Setelah berada di pot dilakukan penyuburan agar tunas baru tumbuh, diberikan pupuk kimia (NPK), disiram secara teratur dan ditempatkan pada lingkungan yang sejuk dan cukup sinar.

4.Setelah usia tanam 1 sampai 2 bulan bisa dilakukan pengawatan dengan tujuan pembentukan batang dan pohon, jarak waktu 3 bulan kawat bisa dilepas. 

5.Teknik pruning atau pengecilan daun bisa dilakukan di usia 3 bulan, dengan cara menyisakan ujung daun 1 atau 3 daun saja. Setelah daun baru kecil tumbuh, dahan dapat dipotong. 

6.Teknik yang terakhir yaitu pengepotan. Jangka waktu 3 bulan sudah dapat dilakukan, dengan ciri tumbuh daun, dahan dipotong, dan dapat dipindah ke pot yang besar dan sesuai dengan bentuk dari bonsai tersebut

Planting pine seeds in pine cones




This is a great entertainment and entertainment. Pine evergreen tree with a long lifespan with attractive charcoal leaves and a symbol of refreshing and immortality, pine fruits are very eye-catching and are very popular in making decorative items. You can create a beautiful live sculpture with some creativity from the beauty of these cones and gardening knowledge. The only things you need are pine cones, pine seeds, water and light.

Method: Seed Spring: Open the pine tree with its scales, place a quarter to one third of the end or one side of the pine tree in a bed of good garden + sand and vermicompost between the scales with Petit Mas Completely fill the pine seeds that have been soaked in water for 48 hours in the scales and cover with a coarse texture and a fancy cloth such as full face soaked Debit, and spray multiple times throughout the day so that Soak the full mashed pot, make cloth to prevent the pepper moss from being washed. Also, irrigate the pot. After the seeds are full of buds and roots, remove the cloth and Sprinkle the young seedlings with sprays. After a while, the roots will remove the gaps between the scales into the main soil of the pot. Remember that moisture and light enough to grow the seeds are needed and do not forget to avoid the risk of seedlings die several times after seeding and the growth of buds from suitable fungicides and avoid excessive irrigation.

Bonsai Kelapa untuk Pemula: 7 Langkah Mudah dari Kelapa Dapur ke Karya Seni Bernilai

Tutorial Lengkap Bonsai Kelapa: Membuat Miniatur Pohon Kelapa yang Unik dan Menawan. 🌴 Kenapa Memilih Bonsai Kelapa? Bonsai kel...